Masih ingat kapan anda naik pesawat untuk pertama kali Rasanya? Tegang? Senang? Kalo naik bis aja mabok, apa lagi naik pesawat. Hahahaha. Akhir 2009 berkesempatan mengunjungi kota yang katanya terbesar di bagian Indonesia timur, Makassar. Terletak di propinsi Sulawesi Selatan, yang juga merupakan kota pelabuhan yang cukup ramai. Kembali ke pesawat, karena ini pertama kalinya naik pesawat, agak grogi plus malu bertanya. Gimana ini naiknya, darimana, turun dimana, masuknya lewat mana? Cuma diberi kode naik damri dari gambir, turun bandara, ketemuan di Bandara. OK siap ndan. Untungnya di Bandara ketemu juga, berlima kita dari Jakarta, di terminal 1 siang sekitar jam 11 panas lumayan menyengat. Proses masuk ke pesawat terlewati dengan aman tak ada halangan, walopun cuma
mengekor, maklum belum tau prosedur. Dan, kejadian lucu menimpa kawan tim lain yang baru akan naik pesawat untuk pertama kali, dikira sama kaya di terminal bis kali, masuk langsung menuju gate penerbangan, tanpa melewati prosedur check in terlebih dahulu. Untung gak ikutan ndeso.
Kami naik Lion dari Jakarta, dan pas take off serasa kram ini perut, ngeri juga, sampai saat tanda sabuk keselamatan mati, baru agak tenang. Perjalanan Jakarta - Makassar ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam, dengan perbedaan waktu 1 jam lebih cepat di Makassar. Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sudah sore sekitar pukul 15.00 WITA. Bandara baru pindahan dari bandara militer yang letaknya tak terlalu berjauhan. Arsitektur bandara cukup unik, simple. Didominasi warna merah dan putih. kebersihan juga cukup terjaga. Untuk transportasi tersedia banyak taksi yang mangkal di Bandara ini, sayang kami tidak mencoba menggunakan jasa taksi, karena kami sudah di jemput. Kami langsung menuju tempat kerja, kemudian hotel, dan karena esok hari minggu selesai kami menuntaskan pekerjaan, kami harus langsung pulang ke Jakarta sorenya.
Untuk memaksimalkan waktu,kami langsung mengunjungi pantai paling terkenal se Makassar, Losari. Sore dan malam hari emang cocok untuk mengunjungi daerah ini. Tapi sebelumnya kami makan malam di tempat Warung Ikan Lae-lae. Letaknya masih di sekitaran Losari juga. Karena ini baru pertama kalinya kesini, menu pilihan kami serahkan pada ketua tim. Entah ikan apa yang dipesan dan dibakar. Mateng langsung kami nikmati, menurut lidah si, ini ikan mantap lah, sambelnya pun seger. Dan sudah seperti tabiat orang jalan-jalan, pasti terlalu kenyang kalo udah makan di luar. Selesai makan kami jalan ke Losari, malem sekitar pukul 21.00 WITA, masih ramai dan banyak yang jualan pisang epek bakar. Waloupun udah kenyang, berusaha juga untuk nyoba, barang seporsi dua porsi, lumayan lah dinikmati sambil ngobrol di pinggir pantai. CUman, yang agak menggangu di Losari banyak banget pengamen. Hilir mudik, bikin gak enjoy. Ada juga kafe yang menghadap pantai, tapi gak berani masuk, kantong masih cekak.
Sudah hampir pukul 23.00 dan besok harus menuntaskan kerjaan dan kembali ke Jakarta pada sore harinya, kami balik ke hotel, istirahat.
Pagi hari minggu, pagi-pagi sekali kami sudah check out, langsung ke lokasi kerjaan. Tuntas sekitar pukul 15.00 WITA, persiapan pulang. Masih sempet beli oleh-oleh, otak-otak khas makassar. Buat temen-temen di kantor. Tiba di Bandara pas, gak telat gak kecepetan juga. Siap balik Jakarta, oiya, kali ini ke Jakarta kami naik Garuda, terasa beda banget dengan pas naik Lion.
No comments:
Post a Comment