Semenjak bisa mikir sampe SMA, gak pernah mikir bakal nyampe kota Jakarta. Kota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri. Kota yang katanya menjadi gantungan mimpi para pendatang. Eh, kok ndilalah mungkin sudah dikodratkan, sampe juga ke Jakarta. Dulu waktu kecil pernah sekali ke Jakarta, tapi itu dulu, gak ada ingatan sama sekali. Dalam bayangan cuma dari sinetron-sinetron, berita-berita dan gambar-gambar.
Dalam rangka pendaftaran sebuah PT di Tangerang, lewatlah kami di Jakarta. Bertiga naik Purwojaya (karcis tanpa tempat duduk) bisa dibayangkan betapa sengsaranya (kami masih di antar oleh tetangga sampe jakarta, kata orang tua mbok nyasar). Berangkat dari Stasiun Besar Kroya sekitar pukul 20.00 WIB. Pas kebetulan musim libur sekolah, buanyak bener ini yang naik keretaaaaa. Mengambil duduk di bordess,
sepanjang jalan bau oli, toilet, dan basah hujan. Nikmati saja selama masih ada. Sekitar pukul 04.30 WIB kereta tiba di Stasiun Gambir, dan dengan badan lusuh, celana kuyup karena bordess bocor, kami menunggu jemputan kakak sepupu.
Lama nunggu, dan belum jaman megang handpone. Cuma nunggu sampe datang jemputan.Agak siang kakak sepupu tiba. Rute jalan kami yaitu Gambir - Jatinegara - Pasar Rebo - Lenteng Agung - Depok (kosan kakak ada di Depok). Dulu si belum mbayangin jauhnya, cuma pas dijalani kok yo jauh banget rasaneeee. Gambir - Jatinegara si OK lah, nebeng kereta kami yang tadi malam kami naiki, gratis. Jatinegara - Pasar Rebo naik 06A, ini nih jalur mautnya. Jauh dan macet. Siaul, baru dateng langsung dihidangkan macet tiada tara. Segala macam bau-bauan kayaknya ada nih di jalur ini, mulai comberan, ikan busuk, ketek orang. Mabokkkkk. Pusinggg. Pasar Rebo - Lenteng Agung - Depok tinggal meneruskan maboknya aja, seraya bertanya, kapan sampainya?!
Pukul 10.00 yampe juga di kosan, lemah, letih dan lesu. Kami ditinggal bedua di kamar kosan sementara kakak sepupu pergi kuliah, sampe sore menjelang malam. Selama ditinggal di kamar kerjaan cuma di kamar aja. Maklum, anak pemalu, gak berani keluar kamar lama-lama. Kalo kata penghuni kos yang lain ini anak berdua yang satu kerjaannya tidur terus, yang satu berdoa terus :D. Ah, mana gue pikirin.
1 hari kemudian seperti rencana, ke Tangerang dan malamnya langsung pulang. Naik kereta, kali ini dapat tempat duduk. Lumayan bisa duduk.
Beberapa minggu kemudian dapet pengumuman, kuliah di Tangerang, dan awal mula meneruskan mengenal Jakarta pun dimulai. Bisa di katakan Jakarta itu menyebalkan, tapi kadang ngangenin juga.

No comments:
Post a Comment