Monday, 7 April 2014

JKT - CLP - CGK - SUB

Liburan Nyepi tahun ini gak kerasa sepinya, tetep rame. Terutama kabar ke Surabaya yang mendesak bagai penumpang KRL Bogor -Jakarta Kota di jam berangkat kerja. Ini orang-orang kok gak bilang-bilang dulu kalo berubah rencana. Kan jadi serba buru-buru, mana rencana pulang ka kampung halaman udah jauh-jauh hari direncanakan. Jadi berasa kayak artis panggilan show di berbagai kota. 

Kebayang nanti sehabis turun dari kereta senin dini hari harus mulai siap-siap, nyetrika. Paling males emang ini kerjaan. Terlebih lagi ini kerjaan "remeh temeh' tapi bawa orang segudang, kalo gue jadi Bos udah gue suruh berangkat sendirian aja itu orang. Masih ketakutan gara-gara tragedi MH370, perjalanan CGK - SUB berjalan lancar. Update terbaru, pesawat tersebut diperkirakan jatuh/menjatuhkan diri di pesisir selatan Samudra Hindia. Pencarian masih dilakukan oleh beberapa negara terutama yang aktif yaitu China dan Australia. Indonesia? ya bantu-bantu juga, tapi harus diakui teknologi kita kalah jauh dibanding dengan negara-negara yang ikut dalam pencarian MH370.

Sampai Surabaya sudah barang tentu hawa panas menyengat meskipun tak sampai membakar kulit, tapi kerasa gerah sepanjang hari. Kali ini penginapan kami di sekitar Jalan Raya Darmo, hampir mirip dengan kawasan Sudirman-Thamrin di Jakarta sono. Bedanya sepanjang jalan ini terasa lebih teduh karena banyak pepohonan di kanan kiri jalan. Kemacetan yang katanya tiap pagi dan sore menerjang pun tak terasa jika dibandingkan dengan macetnya Jakarta. Mungkin agak sedikit lebay nih orang Surabaya dengan kemacetan yang dihadapi di jalanan Surabaya.

Di Jalan Darmo ini pula berada Taman Bungkul yang mulai ditata ulang oleh Ibu Walikota sehingga menjadi taman yang menarik. Terbukti, taman ini menyabet gelar taman terbaik versi **** (cari sendiri ya). Sebenernya si ini taman biasa aja, cuman akses untuk menuju kesini itu seperti kawasan Menteng tapi gak macet. Hampir mirip Taman Suropati. Namun, tiap malam ramenya ngalahin pertandingan catur RT-an. Tua muda, laki perempuan ada, kebanyakan si muda-mudi yang eksis di Taman Bungkul. Kalo di berita sepertinya penataan kota Surabaya oleh Ibu Walikota itu dianggap berhasil, tapi kalo dilihat si biasa saja, apa karena sebelumnya  gak pernah perhatian, jadi merasa perbedaannya. Yang paling enak dilihat memang sepanjang Jalan Darmo, kalo 20% saja jalan di ibu kota Jakarta seperti Jalan Darmo, pasti betah lah hidup di Jakarta.

Bicara tempat makan ada beberapa nih yang direkomendasikan: 
  1. Masih di sekitar Taman Bungkul, tepatnya dibelakang atau di seberang depan Hotel Grand Darmo, ada Rawon Kalkulator, lumayan mantap, gurih, sedep. 
  2. Padin 24 jam, menu gak jauh-jauh dari ikan dan ayam boreng serta bakar, yang unik cuma terong goreng/bakar. Mungkin karena ini warung 24 jam jadi lumayan ramai, tapi ada yang berangkapan harganya kemahalan, sambelnya maknyus. Kalo aku pribadi ini biasa saja.
  3. Agak di luar kota, Gresik tepatnya (1 jam dari kota Surabaya) Bandeng Pak Elan. Inilah yang paling mantep, Bandeng bakar tanpa duri nya di jamin nampol, walopun sambel kecapnya biasa saja. Tapi, emang daging bandengnya top markotop.

No comments:

Post a Comment